Di Carport. Bokep china Yang jelas semenit kemudian ia telah kembali dan berusaha merangkulku. “What have you done you moron. Ia tersenyum lalu berjongkok dan membuka ritsluiting celana panjangku. “Duduklah dulu, kopimu sedang dibuatkan.”
Masih pura-pura lesu, aku kembali ke tempat duduk asalku.“Kamu kenapa lagi Rick?” Felly bertanya dengan lembut. Malah sebenarnya aku hanyalah Social Drinker yang hanya kebetulan agak terlalu social semalam. “Telepon Pak Ricky, dari Felly.”
Shit..! Hari yang melelahkan. Ia memapahku berjalan menuju mobilku. Aku termenung sejenak berjongkok di depan mesin ATM itu. Banyak cewek-cewekku yang jauh lebih menarik untuk kuajak ke tempat tidur. Aku masih jauh dari garis alkoholik. Felly menampakkan wajahnya di jendela belakang. Katanya mau telepon.” Langsung nyerocos tanpa titik koma. Tinggi 168 cm, berat proporsional dan sebuah fitnes center dengan rajinnya memahat tubuhnya beberapa kali dalam seminggu.Setelah sampai di dekatku, aku memutar kursiku hingga menghadap ke samping. Sambil menyingkap roknya yang pendek. “Ok Ricky, Biar bagaimanapun.. What I need now is you in my bed.Jam 14.30 aku kembali ke kantor. Entah apa kurangnya gadis cantik ini hingga aku menyia-nyiakannya. Selama pacaran dengannya, ia sama sekali tidak tahu kalau aku suka minum.“Sejak kapan kamu minum Rick?”
Aku tidak menjawab. Keterlambatanku dengan selalu menyalahkan kapitalis-kapitalis rakus itu, dimaafkannya dengan mudah.